KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Segmen pembiayaan syariah masih menghadapi tantangan di tahun ini. Hal tersebut tercermin dari angka outstandingpembiayaan syariah yang masih turun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sampai Juli 2018, outstanding pembiayaan syariah mencapai Rp 23 triliun. Sementara pada periode yang sama di tahun lalu, outstanding pembiayaan syariah masih sebesar Rp 33,3 triliun.

Artinya secara tahunan, nilai outstanding pembiayaan syariah melorot sampai 30,9%.

Menurut Managing Director PT Indosurya Finance Mulyadi Tjung, segmen bisnis pembiayaan syariah sebenarnya masih memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi. Namun masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi untuk bisa mengoptimalkan potensi ini.

Salah satunya adalah tantangan dari sisi sumber pendanaan. “Untuk pembiayaan syariah, sumber pendanaannya memang relatif lebih terbatas,” kata dia baru-baru ini.

Dengan kondisi ini, ia menyebut kontribusi pembiayaan dari segmen ini masih kecil bagi total pembiayaan Indosurya Finance yakni masih di bawah 5%. Kondisi ini diperkirakan masih akan bertahan di tahun ini.

Pemain pembiayaan lain, PT MNC Finance juga menghadapi kondisi serupa. Direktur Utama MNC Finance Suhendra Lie menyebut kontribusi dari bisnis syariah mencapai sekitar 15% dari total portofolio kredit perusahaannya.

Selain karena hambatan pendanaan, ia menilai masalah literasi juga masih jadi pekerjaan rumah untuk bisa menggenjot bisnis pembiayaan syariah.